September 12, 2020

Survival Kits Kuliah Kedokteran (part 02)

ngapain aja kuliah di kedokteran

Kehidupan mahasiswa kedokteran tentu (harusnya) berfokus pada pendidikan untuk menyiapkan seseorang menjadi dokter yang baik. Tulisan ini merupakan sambungan dari Survival Kits FK Part 01. Semoga bisa menjadi bagian penting bagi kalian yang mempertimbangkan ingin mulai kuliah kedokteran atau yang ingin berhenti kuliah kedokteran, supaya dapat menimbang dan memutuskan dengan lebih jernih.

Keterampilan Medik (KM)

KM adalah tempat anak FK preklinik belajar menjadi dokter yang sesungguhnya dalam hal yang praktikal. Di sini kalian bakal belajar praktik-praktik penanganan medis kedokteran. Di KM kalian bakal belajar cara masang perban, jahit, bikin obat, nulis resep, ataupun cara sunat.

Dalam satu kelas KM biasanya isinya 8-10 orang dan 1 orang instruktur, yang bakal kasih contoh ke kalian dan ngajarin tata cara serta tujuan menggunakan peralatan kedokteran atau melakukan tindakan kedokteran. Di KM kalian tidak mungkin mempraktikkan tindakan-tindakan, misalnya menyuntik atau menjahit ke manusia langsung, maka dari itu kalian nanti akan menggunakan manekin. Manekin dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan tubuh manusia. Tapi ini bukan berarti kalian akan memakai manekin setiap saat.

Ada beberapa materi yang mengharuskan kalian berinteraksi dengan manusia sungguhan. Misalnya saat belajar teknik komunikasi dokter-pasien, karena manekin tidak bisa diajak bicara, jadinya di materi-materi semacam ini, pihak FK biasanya bakalan mengundang probandus. Probandus adalah orang yang akan berperan menjadi pasien, dan mereka ini sudah dilatih skenarionya sebelumnya. Jadi misalnya ada probandus yang sudah dikasih skenario sakit pinggang, waktu kalian kasih pertanyaan dan kalian periksa, maka mereka akan berpura-pura sakit pinggang.

OSCE

Pada akhir semester maka apa yang dipelajari di KM akan diujikan. Ujian ini dinamakan OSCE (Objective-Structured Clinical Exam). Osce adalah sebuah ujian praktik yang akan menguji kemampuan mahasiswa FK terkait dengan materi praktikal yang sudah dipelajari di KM, singkatnya OSCE adalah ujian praktik.

Tata caranya adalah nanti di tempat osce ada beberapa ruangan, dan di tiap ruangan itu sudah terdapat 1 dosen yang akan menilai kalian untuk 1 jenis materi yang diujikan. Masing-masing kalian diberi waktu 7,5–15 menit (tergantung materi yg diujikan). Setelah waktu habis, kalian diharuskan untuk berpindah ruangan untuk berganti materi ujian.

Praktikum Biomedik

Selain keterampilan medik, ketika menjadi seorang dokter maka harus bisa pakai alat laboratorium dan meneliti tikus hingga kuman. Praktikum biomedik merupakan sebuah kelas untuk mempelajari tata cara penggunaan alat-alat laboratorium untuk tujuan klinis. Baca juga tentang Beasiswa Chevening. Ilmu dari praktikum biomedik umumnya dapat diperdalam dengan menempuh jalur magister sains.

Praktikum biomedik biasanya dibagi lagi menjadi beberapa kelas: praktikum histologi, fisiologi, parasitologi, farmakologi, patologi klinik, patologi anatomi, biokimia, dan anatomi. Masing-masing dari kelas praktikum ini akan mengajarkan materi yang berbeda, di histologi misalnya, kalian bakal mempelajari struktur mikroskopis dari sel, sedangkan di anatomi kalian bakal mempelajari struktur makroskopis dari manusia, tambah lagi di biokimia belajar unsur kimia, di parasitologi belajar parasit.

Dokter Jangan Memeras Pasien

“Kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang miskin. Mereka bisa bayar, tapi sampai rumah mereka nangis karena tidak punya uang untuk makan.” -dr. Lie Dharmawan-

Jangan kasih pasien kamu obat mahal kalau ada yang murah dan isinya sama aja. Karena sakit pasien itu sudah menyiksa, jangan siksa lagi dengan cara menambah biaya pengobatannya.

Dari sang kakek, dr. Oen belajar mengobati tanpa menyakiti, pentingnya berjiwa sosial, dan berdedikasi maksimal. dr. Oen dengan prinsipnya mampu meluluh-lantakkan stereotip “sehat itu mahal”. Berkat dr. Oen masyarakat tidak takut lagi untuk berobat. Kisah dr. Oen juga melukiskan bagaimana seorang dokter sudah seharusnya senang melihat pasiennya sehat, sehingga dr. Oen selalu memberi pelayanan terbaik, karena tujuan utama adalah kesehatan pasien, bukan uang pasien.

“Tugas seorang dokter hanyalah menyembuhkan orang sakit, tiada lain” -dr. Oen-

Pentingnya Bangun Pagi

Bangun pagi adalah salah satu cara yang tepat untuk survive di FK. Pagi hari adalah saat dimana tubuh kalian optimal banget. Logikanya, kalau kita tidur sebelum belajar maka saat belajar kita akan berada dalam kondisi fresh.

Pagi hari juga adalah periode yang tenang banget. Banyak yang tidak bisa belajar karena tempat kosnya ramai banget. Belajar pagi juga akan melindungi kalian dari notifikasi grup-grup. Belajar pagi adalah waktu yang tepat untuk mencari ketenangan dalam belajar. Bukan berarti kalau kalian ga bangun pagi kalian ga bisa survive di FK.

ngapain aja kuliah di kedokteran

Ini merupakan rangkuman dari beberapa posting blog Tulisan Calon Dokter.

error: Content is protected !!