Ayo Menulis Sesering Mungkin

Rajinlah merenung, rajinlah menulis. Syukur-syukur kalau bisa menulis beneran dengan pulpen/pensil/pena di atas kertas atau media fisik lain. Menulis dengan tangan (manual) memiliki nuansa dan manfaat yang berbeda dengan membuat tulisan dengan mengetik, meskipun sama-sama menggunakan tangan.

Kemampuan berbahasa yang manual yaitu menulis dengan tangan sebaiknya perlu terus dipertahankan sebagai keterampilan dasar. Harusnya dengan menulis manual otak dan tubuh kita bisa lebih banyak teraktifkan. Koordinasi pikiran dan gerakan tangan akan menghasilkan latihan mental dan fisik yang menyenangkan.

Tulisan, bahkan yang spontan di buku atau kertas akan lebih tahan banting dibandingkan dengan ketikan berupa data digital di laptop atau komputer, bahkan secara harafiah. Ketikan digital sebetulnya sangat rapuh, bahkan ketika sudah diunggah ke berbagai penyimpanan dalam jaringan. Data digital sangat tergantung pada daya listrik (baik baterai atau aliran listrik lain), rapuh secara fisik (misalnya laptop jika jatuh efeknya bisa jauh lebih buruk dibandingkan dengan ketika buku tulis kita jatuh, tidak perlu dibuktikan lagi), bahkan mungkin jaringan internet akan sangat mempengaruhi keutuhan dan keamanan data kita.

Jika ada bencana elektromagnetik (alamiah atau buatan) maka laptop dan semua alat elektronik bisa musnah. Data yang tersimpan di server bisa lenyap dalam sekejap dan tidak bisa dipulihkan lagi. Bencana skala kecil yang lebih mudah dijumpai adalah masalah terkait air. Barang elektronik bisa korslet jika tersiram, terendam, atau terkena air pada komponen-komponen pentingnya. Buku dan pulpen bisa menjadi sarana yang mudah digunakan dengan hasil yang awet. Plus hasil tulisan tangan kita juga bisa mudah diunggah secara digital ke penyimpanan maya.

Ayo semangat menulis secara manual agar pikiran dan raga kembali terasah. Beberapa orang mungkin bisa mendapatkan manfaat terapetik untuk beberapa masalah psikis maupun fisik melalui menulis. Menulis bisa membangkitkan semangat, memulihkan kepercayaan diri, dan mengeluarkan energi negatif yang tidak baik jika tidak tersalurkan.

Tulisan bisa memancing ide-ide hebat, merekam kenangan indah, maupun mengambil hikmah dari pengalaman dan kenangan buruk yang kita alami. Selain bisa belajar banyak hal, tulisan kita juga mungkin dapat diuangkan, menjadi sumber pemasukan pasif maupun aktif. Berjuanglah untuk bisa menulis kembali, produktif dan bermanfaat bagi umat manusia. Semoga makin banyak tulisan positif yang beredar di dunia ini.