Eslite Bookstore

Eslite Bookstore yang pernah saya kunjungi adalah Eslite 101 dan Eslite TMS. Saya paling senang kalau jalan-jalan ke kawasan 101 mulai dengan ke Eslite 101 dulu, lalu pulangnya mampir, ke Sun Yat Sen Memorial yang danau buatannya keren karena banyak kura-kuranya lalu ke 101 Mall, atau langsung ke 101 Mall. Kadang-kadang mampir juga ke ATT atau Breeze. Paket yang saya suka adalah Eslite 101 dan 101 Mall. Kalau yang Eslite TMS saya kebetulan saja pas ke TMS melihat ada logo Eslite, mengarah ke bawah tanah. Tidak sengaja saya cari, eh tapi pas mengarah cari jalan pulang ternyata arahnya makin jelas, maka saya ikuti dan masuklah ke toko buku Eslite di bawah tanah.

Eslite 101 sejauh ini merupakan toko buku paling OK. Terkoneksi dengan stasiun MRT, koleksi buku dan majalah berbahasa Inggris paling banyak, dan buka 24 jam. Buku yang ada bisa dibaca di tempat tanpa beli. Bahkan disediakan tempat duduk yang nyaman, meskipun boleh saja jika lebih memilih lesehan. Tapi saya tidak yakin apakah bisa buka buku yang masih diplastik untuk sekedar dibaca tanpa dibeli. Buku-buku yang diikhlaskan untuk dibaca bahkan beberapa sudah diberi sampul. Tidak heran jika ada salah satu orang yang berkata bahwa Eslite 101 adalah tempat yang tepat untuk mengisi waktu. Kita bisa baca banyak hal di suasana yang nyaman. Bahkan pada salah satu lantai isinya buku bacaan anak hingga remaja, juga disediakan tempat membaca (maupun sekedar melihat-lihat gambar) yang tidak diberikan pengawasan ekstra. Sepertinya penjual bukunya sudah pasrah jika ada bukunya yang rusak atau sobek.

Makanan yang disediakan juga sangat beragam dan harga bervariasi, banyak yang masih tergolong murah. Ada juga kafe yang terintegrasi dengan toko bukunya. Kadang juga ada pameran. Tadi saya mencicipi teh oolong organik yang dipromosikan di dalam area toko buku. Penjualnya bilang punya kebun teh sendiri dan dia juga menunjukkan sertifikat bahwa perkebunannya adalah perkebunan organik. Kantin yang terletak di B2 (basement 2) memiliki jangkauan sinyal GSM yang baik. Pembicaraan videocall tidak terganggu masalah sinyal ketika dilakukan sambil makan di bawah tanah seperti itu.

Begitu banyak hal yang bisa dilakukan di Eslite 101, begitu banyak yang bisa dibeli. Bagian atas ada tempat untuk menghasilkan karya, bisa sendirian atau dengan anak-anak. Bisa melukis, menjahit, membuat patung, dan beberapa kegiatan lain. Ada juga toko yang menjual batu bulan, meteor, maupun fosil. Ada bagian penjualan musik yang menjual piringan hitam, CD, dan DVD. Lengkap dengan menyediakan alat pemutarnya sehingga calon pembeli bisa mencoba mendengarkan dulu musik yang akan dibeli. Ada toko yang khusus menjual lego berbagai model. Koleksi mainan untuk anak hingga dewasa juga sangat bervariasi. Bahkan ada board game Surakarta, yang saya pun baru lihat tadi. Gerai-gerai tematik juga kadang bisa dijumpai, misalnya gerai yang khusus menjual produk Pingu. Koleksi baju berbagai merk juga bisa dibeli di toko buku ini. Untuk yang suka kartu pos dan barang-barang stationery bisa dimanjakan dengan koleksinya yang beragam.

Toko buku Eslite yang di bawah tanah kawasan Taipei Main Station berukuran kecil. Sepertinya tidak menjual buku berbahasa Inggris, hanya buku berbahasa Traditional Chinese. Ada juga beberapa mainan dan stationery. Tapi tetap ramai dikunjungi orang juga. Lumayan bisa mengisi waktu ketika menunggu keberangkatan kereta dengan membaca buku. Senang bisa melihat toko buku super lengkap yang begitu ramah pada pengunjung (yang belum tentu membeli apa-apa).

Setiap ke Eslite di Taiwan pasti alarmnya bunyi saat saya masuk, baik di Eslite 101 maupun Eslite TMS (Taipei Main Station). Setelah ditelusuri ternyata disebabkan oleh adanya beberapa kartu ATM di dompet. Kartu ATM saya 3, meskipun di kompartemen yang terpisah, sepertinya ketika dalam 1 dompet yang sama akan memicu alarm Eslite untuk bunyi. Alarm toko lain tidak bunyi ketika saya masuk. Ketika 3 kartu ATM dipisah maka alarm tidak berbunyi. Jadi saya coba 1 kartu ATM di tas bagian atas, 1 kartu ATM di tas bagian bawah, dan 1 kartu ATM tetap di dompet. Aman, keluar masuk sensor tidak bunyi. Ketika disatukan lagi ketika lewat sensor maka alarmnya bunyi. Jangan panik jika suatu saat kamu masuk atau keluar toko alarmnya bunyi. Jika didatangi pegawai toko atau petugas keamanan, pastikan kamu memang tidak mengutil. Tunjukkan saja dompetmu, mungkin koleksi kartu debit dan kartu kreditmu di dompet yang memicu sensor alarm di toko itu.

Taipei, 1 Januari 2021.