Kuliah Public Health dengan Beasiswa AAS

Ketika anda memutuskan untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah tentu anda akan memilih jurusan atau fakultas yang cocok. Cocok tidaknya suatu jurusan buat anda tergantung pada beberapa faktor, antara lain latar belakang pendidikan, rencana masa depan, serta yang paling penting adalah minat anda.

Dalam formulir aplikasi beasiswa AAS 2022 (dulu dikenal sebagai beasiswa ADS Ausaid Australia) terdapat banyak pilihan untuk pelamar dari Indonesia. Negara lain bahkan ada yang hanya boleh memilih sangat sedikit jurusan, tidak sebanyak untuk calon penerima beasiswa yang berasal dari Indonesia.

Jadi sebelum memilih kampus atau universitasnya, menurut saya tentukan dulu suka dengan jurusan kuliah apa, baru nanti tentukan mau kuliah jurusan tersebut di universitas mana.

Apa pilihan anda?

Pilihan saya adalah melanjutkan studi S2 Public Health, dan langkah selanjutnya adalah memilih universitas tujuan. Pedoman utama dalam memilih universitas adalah apakah universitas DAN jurusan yang akan anda tuju diakui oleh Dikti dengan kesetaraan sesuai harapan anda. Anda tentu tidak mau kuliah Program Master (S2) selama 1-2 tahun, tetapi ketika menyetarakan ijazah tersebut di Indonesia hasilnya anda tidak dianggap berkualifikasi S2. Langkah paling aman adalah memilih jurusan DAN universitas yang lulusannya sudah diakui dan disetarakan oleh Dikti. Laman web Dikti sudah menyediakan database yang cukup baik untuk dijadikan acuan. Jika jurusan / universitas tujuan anda tak ada di daftar tersebut jangan dulu patah semangat, anda masih bisa mengajukan penyetaraan, karena daftar yang ada hanyalah berisi lulusan yang sudah pernah menyetarakan ijazahnya. Misalnya pada bagian Universitas AWW hanya tercantum Master of Science yang disetarakan sebagai S-2, artinya selama ini baru ada lulusan dari Universitas AWW dengan gelar Master of Science yang menyetarakan ijazahnya. Jadi jika anda ingin ambil gelar Master of Public Health di Universitas AWW, ya silahkan saja, tinggal mengikuti prosedur penyetaraan yang ada. Pihak Dikti pun “menyarankan” untuk memilih universitas dan jurusan/gelar yang sudah tercantum di laman Dikti untuk mempermudah proses penyetaraan kelak.

Kampus Public Health Terbaik di Australia

Setelah saya lihat daftar di laman Dikti tentang gelar luar negeri yang sudah pernah disetarakan, maka pilihan saya condong ke beberapa universitas berikut ini:

  • Curtin University of Technology
  • Monash University
  • The University of Adelaide
  • The University of Melbourne
  • University of New South Wales
  • The University of Queensland
  • The University of Sydney
  • University of Wollongong

Buat anda yang berminat kuliah untuk mendapat gelar Master of Public Health di Australia, berikut ini adalah daftar 6 program MPH pilihan saya. Saya mempersiapkan pilihan terbaik untuk mengisi formulir pendaftaran beasiswa Australia (AAS) tahun 2014. Program dan universitas di dalam daftar ini bila lulusannya disetarakan oleh Dikti akan diakui sebagai lulusan dengan kualifikasi S-2. Informasi terbaru silahkan cek ke masing-masing universitas. Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah waktu studi yang sudah kompak harus ditempuh dalam 2 tahun untuk program master. Sepertinya sudah tidak ada program studi Master of Public Health yang bisa ditempuh dalam waktu satu tahun atau satu tahun setengah oleh mahasiswa internasional.

MPH di Lama studi CRICOS Code IELTS Minimum Lokasi
Curtin University http://www.curtin.edu.au/ 2 tahun 064462G 6.5 Perth, Australia Barat
The University of Adelaide http://www.adelaide.edu.au/ 1,5 tahun 001325D 6.5

 

Adelaide, Australia Selatan
Monash University http://www.monash.edu.au/ 1,5 tahun 021280B 7.0 Melbourne, Victoria
The University of Sydney http://sydney.edu.au/ 1 tahun 054757G 6.5 Sydney, New South Wales
The University of Melbourne http://unimelb.edu.au/ 2 tahun 020358D 6.5 Melbourne, Victoria
The University of New South Wales http://www.unsw.edu.au/ 1 tahun 008969M 6.5 Sydney, New South Wales

Mengisi Formulir Aplikasi AAS

Pertanyaan yang cukup menantang buat saya selama mengisi aplikasi beasiswa Australia yang kini disebut AAS adalah pertanyaan 18.1 yaitu

Why do you want to study in Australia?

Setelah saya banyak mencari informasi dan merenung, berikut ini adalah saran saya, yang juga saya tuliskan dalam aplikasi saya:

  • Australia adalah salah satu negara dengan sistem pendidikan di atas rata-rata
  • Australia unggul dalam riset/penelitian, beberapa penelitinya memenangkan penghargaan internasional, termasuk Nobel
  • Sumber daya dan sarana-prasarana di universitas Australia termasuk yang terbaik di dunia
  • Australia adalah tempat yang asyik untuk hidup, belajar, dan bergaul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *