fitri oktaviani 2x dapat beasiswa aas

Tips Meraih Beasiswa AAS dari Fitri Oktaviani

Fitri Oktaviani telah berhasil meraih beasiswa Australia Award Indonesia dua kali yakni pada tahun 2010 untuk Master (S2), dan tahun 2017 untuk PhD (S3). Beliau merasa sangat bersyukur dan merasa perlu membagikan pengalamannya agar dapat membantu memotivasi teman-teman #pejuangbeasiswa sedunia. Kami merangkumkan sebagiannya untuk anda.

Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan yakni peningkatan kualitas individu dan profesionalisme secara umum serta tentunya persiapan yang cukup matang. Pastikan ada kelebihan yang dapat anda tawarkan ke pihak pemberi beasiswa.

 

Tips Lolos Seleksi Berkas AAS dari Fitri Oktaviani

Jadi, langkah paling pertama yang kita lakukan adalah memastikan lolos administrasi dulu yang diawali dari aplikasi tertulis kita:

  • Memahami syarat dan ketentuan beasiswa, termasuk eligibilitas kita (kita layak mendaftar atau belum, dan masuk ‘sub-kategori’ beasiswa yang mana).
  • Menyediakan dokumen pendukung lengkap SESUAI yang diminta, jika kita diminta legalisir ya legalisir. Jika diminta TOEFL institusional ya siapkan yang institusional. Jika ada persyaratan dokumen yang membingungkan, misal di handbook beda dengan di country profile, ikutilah yang di AAI Indonesia Country Profile.
  • Memastikan deadline/tenggat waktu penutupan kesempatan upload aplikasi. Usahakan tidak mepet menguploadnya.
  • Perhatikan juga untuk melengkapi dokumen tambahan jauh-jauh hari biar nggak kaget pas dekat deadline. Untuk pelamar PNS biasanya ada lembar persetujuan atasan (sesuai ketentuannya) yang perlu ditandatangani dan di stempel/cap basah.
  • Untuk Indonesia biasanya ada additional information page, pernah bentuknya dokumen yang diupload, ada juga bentuknya aplikasi online melalui link khusus. Cek lagi panduan terbaru beasiswa AAS agar lebih pasti.
  • Memastikan aplikasi kita to the point dan menjawab semua pertanyaan dan komponen pernyataan yang diminta. Lebih baik kalau ada orang lain yang melakukan proof-reading/pengecekan (sebaiknya orang yang mengenal kita).
  • Dalam menjawab isi form, sebaiknya singkat, padat, to the point tetapi holistik. Tidak mengawang (terlalu tinggi), jadi ada visi, tetapi membumi (masuk akal).

Baca juga: Beasiswa Full dari Pemerintah Australia

 

Tips untuk pemburu PhD dari Fitri Oktaviani

Spesifik untuk kandidat PhD, mereka meminta proposal riset dan rekomendasi dari 2 orang atasan/supervisor thesis S2 kita. Selain itu, mereka meminta kita menghubungi profesor di Australia yang akan menjadi potensial supervisor kita. TIDAK perlu LoA terlebih dahulu (enak dan hemat, hehehe).

Harus diingat karena skemanya adalah untuk pembangunan, pastikan bahwa riset keilmuan kita dapat dikontekstualisasikan dalam area pembangunan yang mereka prioritaskan. Menurutnya itu yang sulit, karena kalau bagi kandidat PhD, yang kita “jual” adalah bagaimana menghubungkan riset spesifik bidang ilmu kita (yang mungkin sangat spesialistik) ke dalam prioritas penyedia beasiswa yang relatif umum. Tapi jangan khawatir, kalau keterima nanti dapat dikonsulkan beneran ke promotor doktor kita menjadi riset dasar di PhD extension training dan kembali lagi ujungnya ke riset generik/umum/keilmuan.

fitri oktaviani 2x dapat beasiswa aas

Tips dan informasi lain dari Fitri Oktaviani

  • Pastikan kita menyimpan copy form yang akan disubmit secara online bersama dengan dokumen-dokumen wajib maupun penunjangnya untuk persiapan ketika kita dipanggil untuk wawancara.
  • Nggak ada persyaratan harus menunjukkan tabungan dengan saldo tertentu kalau untuk penerima beasiswa AAS dalam pengurusan visa.
  • Cara mengaitkan study program dengan priority fields of study yg diajukan AAI: Think outside the box, dan kaitkan dengan pengalaman kita selama ini. Coba dipikirkan ke depannya bagaimana hasil studi kita bisa kita manfaatkan untuk bergerak dalam salah satu dari tiga bidang prioritas itu.
  • Pelamar tidak diwajibkan untuk mempunyai jurnal ilmiah yg telah dipublish.
  • Certified copy adalah foto kopi yang dilegalisir oleh institusi penerbit (kampus yang menerbitkan ijazah).
  • Ada juga yang fresh graduate berhasil mendapat beasiswa master tanpa riwayat kerja. Mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka memang exceptional individual.

Demikianlah rangkuman sebagian tips dan info dari Fitri Oktaviani yang pada beberapa hal telah disesuaikan agar lebih mudah dipahami.

About the author

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *