terima kasih jokowi atas beasiswa ppa 2018

Beasiswa PPA 2018 – Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik

Sejak tahun 2012 pemerintah telah meluncurkan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) yang kemudian istilahnya disesuaikan menjadi Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (Beasiswa-PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BPP-PPA). Pada tahun 2018 ini skema beasiswa PPA 2018 hanya akan difokuskan untuk aspek Peningkatan Prestasi Akademik, sementara untuk yang bersifat Bantuan Biaya Pendidikan sepenuhnya akan dibiayai melalui Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi. Dengan perubahan skema ini diharapkan akan dapat lebih memacu para mahasiswa untuk selalu meningkatkan prestasi baik secara kurikuler maupun ekstrakurikuler.

KETENTUAN UMUM BEASISWA PPA 2018

A. STATUS MAHASISWA

1. Calon penerima adalah mahasiswa yang kuliah pada perguruan tinggi pengelola beasiswa di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
2. Calon penerima harus terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti)
3. Calon penerima adalah mahasiswa yang masih aktif dalam jenjang pendidikan Diploma dan Sarjana.

B. DURASI

Beasiswa diberikan kepada mahasiswa aktif berdasarkan periode tahun anggaran berjalan dan diberikan untuk pertama kalinya sekurang-kurangnya selama 6 bulan.

C. KUOTA DAN HARGA SATUAN

1. Kuota calon penerima pada setiap Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
2. Kopertis dalam mendistribusikan kuota kepada Perguruan Tinggi Swasta di wilayahnya harus mempertimbangkan jumlah mahasiswa, prestasi dan ketaatasasan perguruan tinggi.
3. Besarnya harga satuan tahun 2018 adalah Rp. 400.000,00 (empat ratus ribu rupiah) per mahasiswa per bulan.
terima kasih jokowi atas beasiswa ppa 2018

KETENTUAN KHUSUS BEASISWA PPA 2018

Untuk dapat menjadi calon dan penerima beasiswa atau bantuan biaya pendidikan PPA, mahasiswa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

A. PERSYARATAN

  1. Jenjang S1/Diploma IV paling rendah duduk pada semester II dan paling tinggi duduk pada semester VIII.
  2. Diploma III paling rendah duduk pada semester II dan paling tinggi duduk pada semester VI.
  3. Dapat diberikan mulai semester I apabila mahasiswa memiliki prestasi sangat baik di sekolah khususnya nilai ujian nasional dan nilai rapor kelas X s.d. XII (diperlukan rekomendasi dari Kepala/Sekolah).
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan di atas, harus mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor/Ketua/Direktur atau pejabat perguruan tinggi yang ditunjuk dengan melampirkan berkas sebagai berikut:
a) Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif;
b) Fotokopi piagam atau bukti prestasi lainnya (ko-kurikuler dan atau ekstrakurikuler) pada tingkat Nasional maupun Internasional;
c) Surat pernyataan tidak menerima beasiswa/bantuan biaya pendidikan lain dari sumber APBN/APBD yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan;
d) Rekomendasi dari pimpinan Fakultas/Jurusan;
e) Fotokopi kartu keluarga;
f) Melampirkan fotokopi transkrip nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 yang disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi.
Perguruan Tinggi Negeri/Kopertis, karena alasan atau kondisi tertentu dapat menambahkan ketentuan, termasuk mengubah batas IPK terendah dan pemberian kepada mahasiswa program Diploma II yang ditetapkan dengan SK Rektor/Ketua/Direktur dan Koordinator Kopertis. Untuk pemberian kepada Mahasiswa Program Diploma II harus dengan persetujuan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

B. PENETAPAN

Apabila calon penerima melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi dapat menentukan mahasiswa penerima sesuai dengan urutan prioritas sebagai berikut:
a) Mahasiswa yang memiliki IPK paling tinggi;
b) Mahasiswa yang memiliki SKS paling banyak dalam satu angkatan;
c) Mahasiswa yang memiliki prestasi pada kegiatan ko/ekstra kurikuler (penalaran, minat dan bakat) tingkat nasional dan atau internasional;
d) Mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

PENGHENTIAN

Pemberian Beasiswa atau Bantuan Biaya Pendidikan PPA dihentikan apabila mahasiswa penerima Beasiswa PPA 2018:

  1. Telah lulus;
  2. Mengundurkan diri/cuti;
  3. Menerima sanksi akademik dari Perguruan Tinggi;
  4. Tidak lagi memenuhi syarat yang ditentukan;
  5. Memberikan data yang tidak benar;
  6. Meninggal dunia.

MONITORING DAN EVALUASI

Agar program ini dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman dan atau ketentuan yang ditetapkan. Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan dapat melaksanakan monitoring dan evaluasi secara terpadu yang pelaksanaannya ditentukan sesuai panduan monitoring dan evaluasi.
Jadi segera hubungi pihak kampus masing-masing untuk mengetahui jadwal dan aturan terkait Beasiswa PPA 2018. Untuk Beasiswa PPA 2019, Beasiswa PPA 2020 dan seterusnya semoga aturannya tidak banyak berubah sehingga bisa dipersiapkan pendaftarannya sejak sekarang.

About the author

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *