Cara Menulis Hasil dan Pembahasan Skripsi

Untuk memulai menyusun bab hasil dan bab pembahasan atau bab hasil dan pembahasan sebaiknya baca dulu panduan dari masing-masing fakultas atau program studi. Sistematika penulisan dapat berbeda jauh antar kampus, namun prinsip dasar penulisan hasil dan pembahasan skripsi dapat dikelompokkan menjadi 2 saja:

  1. urut, dari univariat, ke bivariat, lalu jika ada bisa lanjut ke multivariat
  2. story telling, berfokus ke cerita utama yang bersumber dari tujuan utama, dilengkapi dengan dukungan cerita pengembangan yang bersumber dari tujuan khusus, dapat pula ditambah tentang hal-hal menarik yang baru kelihatan setelah data selesai diolah.

Jadi, selain membaca panduan karya tulis ilmiah masing-masing prodi, silahkan rajin konsultasi ke dosen pembimbing skripsi agar dapat arahan menulis bagian akhir skripsi dengan baik. Jika pembimbing anda lebih dari satu dan memiliki pendekatan dan gaya yang berbeda terhadap karya tulis ilmiah yang anda susun, ikutilah salah satu yang menurut anda lebih mudah dikerjakan. Seiring makin sering konsultasi, hasil akhir penulisan KTI diharapkan akan makin baik dan layak dipresentasikan untuk kemudian menghasilkan nilai mata kuliah skripsi. Baca juga: Beasiswa Kuliah di Australia

Tak perlu khawatir jika seluruh analisis bivariat tidak bermakna secara statistik, toh skripsi anda tetap bisa ditulis dan pasti ada hal baik yang dipelajari selama proses penulisan dan penelitian yang layak dibagikan kepada dunia. Setidaknya adik tingkat dan peneliti lain akan dapat belajar untuk membuat skripsi atau melakukan penelitian dengan lebih baik setelah membaca hasil penelitian tugas akhir anda yang kini bisa lebih mudah diakses oleh siapa saja.

Untuk mempermudah pembahasan mulailah dengan mencari minimal 3 jurnal yang mendukung (hasilnya mirip, misalnya hubungan antar variabel sama-sama tidak bermakna) dan 3 jurnal yang berlawananan. Ringkaskan dari tiap jurnal tersebut poin pentingnya, tunjukkan bedanya, parafrasekan juga penjelasan penulis aslinya. Sehingga dari hasil penelitian anda dengan tambahan setidaknya 6 penelitian terdahulu akan dapat disusun kesimpulan mengenai hal yang sedang anda bahas. Baca juga: Ingin lanjut kuliah kedokteran di Swedia?

[pt_view id=”56b5acetmv”]

Jangan lupa untuk menambahkan sub bab keterbatasan dan kesulitan penelitian. Hal ini penting untuk persiapan membela diri sebelum ditanya saat ujian. Sub bab ini juga bisa disebut sebagai sub bab kelemahan dan hambatan penelitian. Bagian ini penting untuk mahasiswa atau peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian tersebut atau memulai penelitian yang serupa. Sub bab ini akan menjadi dasar dari sub bab saran di bab penutup. Baca juga: Panduan Pendaftaran Beasiswa Australia Awards

Berikut ini adalah kutipan dari beberapa kampus kedokteran mengenai penyusunan hasil dan pembahasan skripsi:

Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2018

Bab Hasil dan Pembahasan memuat hasil penelitian dan pembahasan yang sifatnya terpadu dan tidak dipecah menjadi sub judul tersendiri.

a. Hasil penelitian sedapat-dapatnya disajikan dalam bentuk daftar (tabel), grafik, foto atau bentuk lain dan ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. Pada alenia pertama bab ini sebaiknya dikemukakan bahwa hasil penelitian dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan.

b. Pembahasan tentang hasil yang diperoleh, berupa penjelasan teoritis, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Di samping itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis.

Buku Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Tahun 2017

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Hasil suatu penelitian dapat disajikan dalam tiga cara penyajian, yaitu penyajian tekstual, penyajian tabular, dan penyajian grafik. Mahasiswa dapat menggabungkan tiga cara penyajian tersebut dalam melaporkan hasil penelitiannya. Pada penyajian tekstual, data hasil penelitian dideskripsikan sejelas dan serinci mungkin, tapi tidak harus menyajikan semua hal. Yang perlu disajikan secara naratif adalah hal-hal yang menonjol dari data tersebut, misalnya persentase (frekuensi) terbesar, persentase (frekuensi) terkecil, rerata terbesar, rerata terkecil, perbedaan (selisih) terbesar, perbedaan terkecil, dan/atau perbedaan atau hubungan yang bermakna. Informasi lain yang lebih detail bisa disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Pada prinsipnya dalam hasil penelitian, mahasiswa hanya mengemukan hasil penelitian saja tanpa memberikan pendapatnya.

Pembahasan

Dalam menulis bagian pembahasan, mahasiswa menjelaskan secara teoritik mengapa hasil penelitian ditemukan seperti yang telah dijelaskan pada bagian hasil penelitian. Penjelasan harus dibuat, baik pada hasil penelitian yang sesuai dengan hipotesa maupun yang tidak sesuai. Dalam menuliskan pembahasan, mahasiswa juga menerangkan persamaan dan perbedaan hasil penelitian dengan penelitian-penelitian terdahulu. Penjelasan dapat dilakukan dengan fokus pada aspek teoritik dan aspek metodologis. Pada aspek teoritis, perlu dijelaskan dan dibandingkan antara premis-premis yang sudah digunakan untuk membangun hipotesa dengan kenyataan empiris yang ditemukan dalam penelitian. Bila teori yang ada masih belum mampu menjelaskan fenomena tersebut, maka dapat digunakan asumsi-asumsi ilmiah, dengan menggunakan logika, baik deduktif maupun induktif.

Buku Pedoman Penulisan dan Pelaksanaan Tugas Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Edisi ke-5 , Tahun 2015

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

1) Hasil Penelitian

Subbab ini memuat semua hasil penelitian yang relevan dengan tujuan dan hipotesisnya. Penyajian hasil penelitian dapat disertai tabel, grafik, foto atau bentuk penyajian data yang lain. Tatacara penyajian tabel, grafik, foto harus sesuai dengan ketentuan.

Sebelum menyampaikan hasil penelitian, sebaiknya diberikan uraian tentang apa yang sudah dikerjakan sampai diperoleh hasil tersebut. Dalam hal ada penelitian pendahuluan, yang dicantumkan pada subbab ini adalah ringkasan hasilnya saja, sedang prosesnya dituliskan pada lampiran.

2) Analisis Data

Bab ini juga dimuat analisis data. Jika digunakan analisis statistik, maka dalam subbab ini hanya dimuat tampilan akhir yang menunjukkan hasilnya, sedangkan perhitungan statistik (print out) secara rinci dimuat sebagai lampiran. Apabila pada metode analisis data (pada Bab Metode Penelitian) dituliskan H0 & H1, maka pada interpretasi hasil analisis perlu disebutkan jawabannya bahwa H0 ditolak sehingga H1 diterima, atau sebaliknya.

PEMBAHASAN

Pada pembahasan tidak mengulang kalimat-kalimat hasil analisis statistik. Tujuan pembahasan adalah (a) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, (b) menafsirkan temuan-temuan penelitian, (c) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (d) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (e) menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan penelitian dan kemungkinan dilakukan penelitian lanjutan sebagai konfirmasi atau yang bersifat memperdalam.

Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.

Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan, namun bukan berarti mengulang uraian yang telah ada di dalam Bab 2.

Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan tidak terbukti (ditolak). Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hipotesis ditolak. Pertama, faktor non metodologis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang digunakan tidak sahih atau kurang reliabel.

Dalam pembahasan, perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidaksempurnaan instrumen yang digunakan. Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori. Jika teori yang dikaji ditolak sebagian, hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori harus disertai dengan rumusan teori baru. Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian perlu dibahas, sehingga memunculkan saran-saran perbaikan bagi penelitian selanjutnya.

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!