Jangan Disimpan Saja, Bisa Jadi Busuk

Hal yang baik jika hanya disimpan dapat berkurang nilainya, bahkan bisa rusak dan berpotensi mengganggu. Ada pengecualian bagi beberapa hal yang memang harus disimpan (dengan kondisi tertentu) malah agar nilainya meningkat. Secara umum, jika sesuatu dibiarkan saja maka fungsinya akan sia-sia, bahkan kinerjanya bisa menurun ketika akhirnya dimanfaatkan, dan bisa jadi malah berujung pada kondisi busuk atau rusak yang tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Ilmu apapun sepertinya juga demikian. Jika ilmu hanya didiamkan, tanpa dikembangkan, tanpa dibagikan, kemungkinan akan membusuk, minimal sia-sia. Salah satu cara membuat ilmu bermanfaat adalah dengan menggunakannya sesuai aturan demi sesuatu yang baik. Cara lainnya adalah dengan membagikannya supaya orang lain juga bisa memahami ilmu tersebut. Minimal ilmu harus dijaga selalu up to date, syukur-syukur bisa berkembang dan makin mendalam, agar ketika dipakai kemanfaatannya makin meningkat pula. Kalau hanya dikembangkan tanpa dipakai atau disebarkan ya sepertinya percuma.

Relakah kita melihat teman kita, saudara kita, anak kita, orang tua kita, dan orang lain belajar dari sumber yang keliru atau yang kurang lengkap? Banyak tulisan yang beredar luas bahkan dengan kecepatan tinggi (istilah kerennya adalah viral) merupakan hoax alias kabar bohong belaka. Ada yang mengandung informasi setengah-setengah (setengah benar, setengah salah, intinya tidak 100 persen benar). Ada yang mengutip banyak sekali tulisan ilmiah maupun tulisan populer dari para ahli dari berbagai belahan dunia, yang masih hidup maupun yang sudah tiada, untuk memberi kesan bahwa tulisannya baik, sahih, layak dipercaya, dan layak disebarkan. Bahkan parahnya dari beberapa broadcast tidak bertanggung jawab yang mungkin dipercaya oleh banyak orang ternyata akhirnya terbukti hanyalah fiktif belaka.

Sadarkah bahwa kadang banyak orang yang sama pintarnya atau bahkan lebih pintar dari kita di berbagai bidang yang lain akan merasa sangat terbantu ketika menemukan tulisan kita yang mungkin sederhana namun tepat seperti apa yang sedang mereka cari? Pernahkah mendengarkan istilah bahwa setiap tulisan pasti memiliki pembacanya dan akan senantiasa siap memberikan manfaat ketika tulisan itu ada (bukan hanya di angan sang penulis)? Berapa banyak yang telah kita pelajari dari jutaan bahkan miliaran pendahulu kita dan berapa banyak sumbangsih kita dalam membangun harta bersama yang disebut ilmu pengetahuan?

Mulailah dengan hal sederhana:

  1. Jangan menyebarkan berita bohong atau hoax atau sesuatu yang simpang siur. Jika ingin mengulasnya dalam bentuk opini pribadi, pastikan memberikan penanda yang jelas supaya pembaca bisa memahami konteksnya secara utuh sehingga dapat mencegah terjadinya hal yang merugikan.
  2. Tuliskan (atau gambarkan atau jelaskan) sesuatu yang anda pahami tentang hal tertentu. Pendapat anda ini belum tentu benar, dengan menuliskan secara terbuka maka tulisan yang keliru pun dapat menjadi bahan diskusi yang menarik dan pembaca pun bisa belajar hal yang baik.
  3. Terjemahkan atau rangkum apa yang sudah ditemukan, dirumuskan, atau disampaikan orang lain. Pastikan tuliskan sumber yang jelas. Ketika terpaksa harus mengutip kalimat atau ide dalam jumlah banyak jangan membuat seolah-olah tulisan tersebut adalah ciptaan anda sendiri. Gunakan tanda kutip yang sesuai atau lakukan parafrase.
  4. Bertanyalah. Ya, dengan bertanya maka kita bisa memulai suatu diskusi yang menarik. Urun pendapat dari pembaca, bahkan ketika kita sendiri yang akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan sendiri, jika dipublikasikan, akan dapat membantu orang lain yang memiliki pertanyaan atau masalah yang serupa.

Agar pengetahuan umat manusia makin berkembang maka bagikanlah pemahaman anda. Beranilah berbagi, mungkin hal yang menurut anda biasa saja adalah mutiara berharga bagi orang lain. Ingatlah bahwa mungkin anda hanya lebih dulu tahu dibanding orang lain, dan siaplah untuk membuat karya versi terbaru jika memang zaman menuntutnya.

Jika anda punya ilmu untuk menemukan beasiswa yang menarik maka bagikanlah. Jika anda mampu meraih beasiswa unggulan maka berbagilah caranya. Jika anda mendapat ilmu melalui beasiswa yang anda raih maka berbagilah. Jika anda punya pertanyaan maka sampaikanlah.

Selamat berbagi ilmu agar tidak membusuk. Semoga ilmu yang kita bagikan bisa bertumbuh dan berbuah.