Prepare for the Worst

Ketika bersiap untuk menghadapi yang terburuk maka kita sebenarnya sedang mempersiapkan diri untuk merespon dengan lebih baik ketika yang terburuk itu terjadi. Karena kemungkinan yang terburuk umumnya adalah sesuatu yang kontra  produktif, yang tidak memungkinkan kita untuk memiliki lebih banyak opsi dibandingkan kemungkinan yang lebih baik. Perlu disiapkan mentalnya sebelum hal yang buruk terjadi, atau terjadi lagi.

Jika kita sudah pernah memiliki pengalaman buruk maka umumnya kita sudah bisa mengidentifikasi beberapa hal sebagai kondisi yang sedapat mungkin harus dihindari atau sebagai tantangan yang perlu disiapkan penangkalnya. Yang paling menyeramkan tentu sesuatu yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya, setidaknya oleh kita.

Pengetahuan manusia bukanlah pengetahuan yang mudah dibagikan, atau malah sekarang sebaliknya, yaitu pengetahuan yang terlalu mudah dibagikan. Dan terlalu banyak dibagikan, dengan risiko bahwa pengetahuan yang ada banyak yang keliru, kurang lengkap, atau tidak berguna. Menjadi tugas kita masing-masing untuk mampu berpikir kritis menyikapi setiap situasi yang sudah, sedang, dan akan terjadi menyangkut diri kita.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk adalah hal yang paling bisa masing-masing kita lakukan. Mempersiapkan pasangan, keluarga, teman, atau masyarakat bisa jadi merupakan hal yang sama sekali berbeda. Betapa sulitnya mendorong diri sendiri untuk berubah jadi lebih baik, apalagi mendorong orang lain, atau banyak orang lain. Namun sulit bukan berarti tidak perlu dilakukan.

Membantu orang lain bersiap untuk menghadapi yang terburuk dapat menjadi upaya kita untuk lebih siap menghadapi kondisi yang terburuk tersebut jika kelak benar terjadi. Beberapa hal menjadi mustahil sukses jika hanya dilakukan oleh satu atau sedikit orang. Kadang kita harus bergerak bersama dalam skala global untuk dapat mengatasi suatu masalah. Namun, berjuang sendiri juga merupakan salah satu bagian dari bersiap untuk menghadapi peluang terburuk.

Banyak orang yang berani tampil untuk menyuarakan pendapatnya tentang hal yang buruk (atau mungkin akan jadi hal baik jika ditangani dengan tepat) tetapi malah dicibir, dihina, dihukum, bahkan dibunuh. Dan kemudian terbukti bahwa hal buruk yang disampaikannya adalah suatu hal yang benar terjadi. Penyesalan bahwa tidak bersiap sebelum yang terburuk terjadi sudah tidak ada gunanya. Pemberian penghargaan pada para peniup peluit atau pemukul kentongan juga tidak ada manfaatnya. Sebaiknya bersiap untuk menyambut hal yang terburuk terjadi.

Kita akan lebih mampu bertahan ketika kita memiliki cukup pengetahuan untuk membuat pilihan yang baik atas beberapa alternatif yang mungkin terjadi. Beberapa hal baik tersembunyi pada beberapa hal buruk, jika kita tahu cara menemukan kebaikan dari keburukan. Bukankah baik dan buruk adalah satu koin yang memiliki 2 sisi? Dan hidup juga senantiasa berubah, dadu senantiasa dikocok ulang. Peluang selalu ada 1 dari 2, ya dan tidak. Apakah ini baik atau buruk? Apakah terjadi atau tidak? Selalu 1:2, peluangnya selalu 50%. Pilihan apapun pasti akan ada faktor X nya yang membuat semua prediksi canggih bisa meleset.

Setiap doa pun harus diiringi oleh persiapan jika doa tersebut tidak dijawab sesuai keinginan kita. Minimal persiapan secara mental. Tidak baik memaksa Tuhan untuk memberikan apa yang menurut kita baik. Semangat terus berjuang untuk jadi lebih baik dengan selalu mempertimbangkan dan bersiap untuk hal yang terburuk.

Beasiswa tidak kunjung cair? Beasiswa dibatalkan? Wabah mencegahmu untuk kuliah di luar negeri?

Pendapatan merosot? Tempat kerjamu tiba-tiba punah? Keahlianmu tiba-tiba tidak laku?

Kesehatanmu tiba-tiba lenyap?

Nyawamu mendadak hilang?

Kesadaranmu sirna?

Pikirkan peluang kejadian buruk apa saja yang mungkin terjadi di hidupmu. Sambil terus bersiap maju, melangkah dalam iman bahwa ada Tuhan yang selalu menopangmu. Usaha yang terlalu keras hanyalah mitos. Yang nyata adalah apapun usahanya, hasilnya pasti antara berhasil atau gagal, tanpa jaminan apapun. Itulah hidup.

Yoseph Samodra

Sleman, 16 Mei 2020

Artikel yang Direkomendasikan

error: Content is protected !!