tips beasiswa chevening 2018 inggris kuliah

Tips Beasiswa Chevening 2018 dari Kakak Tingkat

Berikut ini beberapa tips Beasiswa Chevening 2018 dari beberapa penerima beasiswa ini di periode sebelumnya. Ingatlah bahwa beasiswa Chevening pada dasarnya adalah program kemitraan, tawarkan hal yang baik dan sampaikan bagaimana beasiswa Chevening ini dapat membantu mewujudkannya (Noor Mousa, Irak).

Tips Beasiswa Chevening 2018: Bahasa Inggris

  • Salah satu yang perlu disiapkan sejak awal adalah bukti penguasaan bahasa Inggris. Beasiswa Chevening mensyaratkan untuk melengkapu bukti bahwa memenuhi persyaratan bahasa Inggris pada Juli 2019, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris harus berusia maksimal 2 tahun pada Oktober 2019 (sehingga sertifikat yang berlaku adalah yang dikeluarkan sejak Oktober 2017).
  • Pilihlah tes kemampuan bahasa Inggris yang paling mungkin anda ikuti. Pastikan bahwa tes tersebut juga cocok untuk melamar program studi S2 di Inggris yang menjadi idaman anda.

Baca juga: Ayo raih beasiswa untuk kuliah pascasarjana di Australia

Tips Beasiswa Chevening 2018: Universitas

  • Anda diijinkan untuk memilih tiga (3) program studi saat mendaftar. Urutkan sesuai preferensi anda. Pastikan universitas dan program studi yang anda inginkan termasuk dalam universitas dan program studi yang dapat dibiayai oleh Beasiswa Chevening.
  • Jika anda mendapatkan beasiswa ini, setidaknya anda harus mendapatkan satu letter of acceptance (LoA) unconditional dari pilihan anda sebelum deadline akhir yang disampaikan.
  • Pastikan pilihan anda sesuai dengan area prioritas Beasiswa Chevening untuk negara anda. Buatlah esai yang menunjukkan semangat dan keterkaitan antara riwayat pekerjaan dan pendidikan anda dengan program studi yang anda pilih, serta bagaimana ilmu anda nantinya membantu anda menjadi lebih baik bahkan bisa menjadi pemimpin ketika kembali ke tanah air.
  • Pilihlah program studi tipe “Taught”. Bacalah silabusnya, pahami persyaratannya, ketahui detail biaya yang diperlukan. Pastikan biaya kuliah anda tidak melebihi yang dicover oleh Beasiswa Chevening agar anda tidak perlu nombok. (Nguyen Thao, Vietnam)

tips beasiswa chevening 2018 inggris kuliah

Tips Beasiswa Chevening 2018: Esai

  • Anda akan diminta membuat empat (4) esai. Jadilah diri sendiri, tidak perlu plagiat karya orang lain.
  • Alokasikan waktu paling panjang untuk menyusun esai. Pastikan orang yang membacanya bisa menilai anda dengan baik.
  • Agar mudah menulisnya, bagilah dalam poin-poin. Kerjakan bertahap poin demi poin. Pastikan alur ceritanya jelas serta enak dibaca.
  • Bacalah esai orang lain hanya sebagai pembanding. Jadi tulislah dulu, baru baca karya orang lain. Kembangkan esai anda, namun tanpa copy-paste karya orang lain.
  • Sedapat mungkin selesaikan esai satu demi satu. Jika macet dalam menyusun esai, carilah pencerahan dengan berdiskusi di forum-forum beasiswa. (Andina Setyaningrum, Indonesia)
  • Tunjukkan semangat dan impian anda. Utamakan mengaitkan dengan community development yang telah dan akan anda lakukan. Sampaikan dengan jelas, ringkas, dan spesifik.
  • Tidak perlu menceritakan semua hal yang telah anda lakukan. Pilih dua atau tiga saja dari pengalaman hidup anda yang paling cocok dengan impian anda. Bahas 2-3 hal tersebut secara mendalam. (Dariela Valdes, Kuba)
  • Tuliskan dampak yang anda capai dalam angka, jangan hanya kata-kata abstrak (banyak, beberapa, sebagian besar). Sebutkan jumlah orang yang telah dan ingin anda jangkau.
  • Jelaskan peran anda dan sebutkan rinci dampak dari peran tersebut. Jangan ragu untuk mengedit esai anda. (Sondos Alqutati, Palestina)
  • Menulislah dengan konsisten dan luwes agar enak dibaca.
  • Jangan bohong, namun jangan pula malu. Pastikan anda telah menampilkan diri sebagai pribadi yang menjanjikan untuk menerima beasiswa ini karena mampu berdampak besar.
  • Jangan menuliskan apa yang tidak anda mengerti. Tonjolkan diri anda dengan sopan dan tidak berlebihan. (Andina Setyaningrum, Indonesia)

Baca juga: Persiapan Kuliah Jurusan Teknik dengan Beasiswa LPDP

Tips Beasiswa Chevening 2018: Referensi

  • Carilah dua orang pemberi referensi yang mudah ditemui. Salah satu dari dosen saat kuliah mungkin lebih baik, tapi tidak wajib. Tidak harus pembimbing akademik, pembimbing skripsi bahkan dosen biasa pun boleh. Namun jika dua-duanya dari atasan juga diijinkan.
  • Referensi sangat penting dalam proses seleksi. Pastikan pemberi referensi anda mau menyebutkan bahwa anda adalah calon pemimpin di masa depan. (Stacey Weever, Guyana)

Sumber: Artikel Deborah Braide, Nigeria di opportunitydesk.org

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *