tips beasiswa luar negeri aas

Apakah benar hanya mahasiswa pintar yang bisa mendapat beasiswa ke luar negeri?

Mungkin banyak yang ragu dengan IPK yang dimiliki untuk bersaing memperoleh beasiswa LPDP, Chevening, AAS, atau beasiswa full coverage lain untuk kuliah di luar negeri. Benarkah hanya mereka yang cum laude yang bisa tembus beasiswa ke luar negeri? Berikut ini ada beberapa ulasan terkait prestasi akademik dan beasiswa luar negeri.

Prestasi Akademik Bukanlah Satu-satunya Penentu

Selain prestasi akademik, ada hal lain yang dapat menjadi pertimbangan utama pemberi beasiswa dalam menyeleksi kandidatnya, yaitu domisili. Kamu terdaftar dan sedang menjadi penduduk wilayah mana bisa lebih mempengaruhi hasil akhir seleksi beasiswa.

Sebagai negara, Indonesia dalam dunia akademis masih dianggap sebagai negara berkembang. Jika kamu WNI maka hal ini masuk sebagai satu ekstra poin, setidaknya ada nilai lebih dibanding #pejuangbeasiswa dari negara maju. Beberapa beasiswa malah sudah membatasi hanya negara tertentu yang bisa mendaftar. Hal ini membuat persaingan antar calon penerima dari sesama negara berkembang harusnya lebih setara. Baca juga: Beasiswa AAS menawarkan beasiswa full cover

Nah, di Indonesia kamu tinggal dimana atau berasal darimana, atau bisa juga berencana kerja dimana dapat menjadi pertimbangan khusus. Jika kamu apply beasiswa dari daerah bekas konflik, daerah perbatasan, atau daerah yang terpencil, ada ektra poin juga di sana. Tergantung bagaimana kita menyampaikannya di berkas pendaftaran dan saat wawancara beasiswa.

Pada beberapa beasiswa, peluang mendapat beasiswa ke luar negeri untuk #pejuangbeasiswa dari Aceh dan Indonesia Bagian Timur cukup besar. Beberapa karena memang memfokuskan daerah-daerah tersebut, beberapa ada yang memberi standar yang lebih rendah (afirmatif). Baca juga: Cara Mendaftar Beasiswa LPDP Reguler dan LPDP Afirmatif

IPK Boleh Biasa, Semangat Harus Luar Biasa

Harus diakui juga bahwa beberapa beasiswa menekankan pentingnya IPK tinggi. Sehingga Indeks Prestasi Kumulatif akan memiliki pengaruh besar dalam seleksi beasiswa. Tapi tenang aja, itu bukan harga mati. Jika kamu mengakui dan menyadari kurang di satu hal (yaitu IPK tidak mendekati 4), maka kuatkan di berbagai hal lainnya. Yang paling sederhana adalah kuatkan semangatmu, jangan cengeng dan terus mengharap kemudahan. Setiap orang sukses pasti memiliki semangat luar biasa. Jadilah salah satunya.

tips beasiswa luar negeri aas

Untuk yang ingin beasiswa doktoral, jauh lebih berat tuntutannya. Seleksi beasiswa S3 biasanya kuotanya jauh lebih sedikit dibanding untuk beasiswa S2. Biasakan mendapat surat penolakan. Persyaratan beasiswa doktoral dan tahapnya juga bisa jauh lebih banyak dibanding beasiswa master. Apalagi jika ‘beasiswa doktoral’ yang dilamar adalah ‘lowongan kerja sebagai peneliti’, bakal ada wawancara, mengerjakan assignment, ujian online, dan lain-lain. Tetap semangat. Baca juga: Karolinska bisa jadi pilihan

Perhatikan Tujuan Beasiswa Idamanmu

Beasiswa dari pemerintah asing sebenarnya adalah sebuah agenda politik antar negara, makanya jika diperhatikan jarang memberikan beasiswa bisnis. Cek saja apa yang diinginkan mereka, biasanya sudah cukup gamblang jurusan apa saja yang diprioritaskan untuk mendapat beasiswa tertentu. Baca juga: Jurusan prioritas Beasiswa Australia Awards

Seberapa sinkron latar belakang akademik dan pengalaman kerja dengan agenda pemberi beasiswa menjadi hal yang perlu difokuskan saat mengisi formulir pendaftaran beasiswa. IPK bukan segalanya. Jangan sampai karena pengalamanmu yang di berbagai bidang kamu tuliskan semua malah beasiswa gagal diraih. Fokuslah pada program studi yang ingin ditempuh dengan beasiswa. Jangan terlalu meluas, tunjukkan yang relevan saja.

Rencana anda setelah lulus beasiswa juga harus memenuhi agenda pemberi beasiswa. Setidaknya secara tertulis dan saat wawancara, karena bisa saja akan banyak terjadi perubahan seiring waktu. Pastikan janji yang akan anda sampaikan ke pemberi beasiswa adalah hal yang realistis.

Nah, jadi jika IPK ‘hanya’ 3,21 janganlah ragu untuk mendaftar beasiswa ke luar negeri. Tonjolkan hal baik apa yang bisa kamu berikan untuk Indonesia. Buktikan dengan riwayat pendidikan, pekerjaan, dan hal lain yang relevan. Dan teruslah bersemangat. Tidak ada beasiswa yang mudah didapatkan, semua butuh perjuangan.

Sumber: id.quora.com

About the author

Comments

Comments are closed.