cerita seru untuk presentasi wawancara lpdp aas

Presentasi Keren Dimulai dari Menyusun Cerita Keren

Bayangkan anda sedang berdiri di hadapan 500 orang yang ingin melihat anda mempresentasikan sebuah teknik baru penanganan suatu kondisi medis. Alat presentasi sudah siap menampilkan slide pertama anda. Wajah-wajah penuh harap tampak di sana-sini. Jantung anda berpacu makin cepat, keringat dingin mulai membasahi punggung anda. Anda tersenyum pada penonton, mengambil nafas panjang dan menghembuskannya dengan elegan, lalu mulai dengan mengucapkan salam.

Baca juga: Persiapan Daftar (dan Dapat) Beasiswa LPDP

Presentasi mulai dengan ritme yang relatif stabil hingga akhir. Slide demi slide menjalankan tugasnya dengan baik untuk memberikan latar belakang yang membantu penonton memahami apa yang ingin anda sampaikan tanpa menggantikan posisi anda. Penonton sesekali berdecak kagum, membuat anda makin percaya diri dan tak merisaukan lagi kelembaban berlebih akibat keringat dingin sedari tadi. Tepuk tangan membahana seantero ruangan saat anda menutup presentasi dengan ucapan terima kasih. Percayalah, anda layak mendapatkan pujian karena anda telah memberikan presentasi yang baik.

Faktor terpenting dari sebuah presentasi yang keren adalah penyusunan cerita yang keren. Materi presentasi yang membosankan bisa menjadi sebuah presentasi yang menarik jika dibungkus dan disajikan dengan alur penceritaan yang seru. Percuma saja jika ada suatu ide atau temuan yang amat menarik tetapi gagal terkenal hanya gara-gara presentasi yang buruk. Jika butuh sesuatu yang membosankan untuk dilakukan maka penonton anda akan lebih memilih menulusuri publikasi ilmiah di perpustakaan alih-alih menghadiri presentasi anda.

cerita seru untuk presentasi wawancara lpdp aas

Bercerita adalah kunci presentasi yang paling penting. Banyak orang yang tahu banyak hal, bahkan mungkin paham dan paling ahli di bidangnya, namun hanya sedikit orang yang mampu menyajikannya dalam presentasi yang baik. Paparan teknis suatu hal atau penyajian statistik yang dingin dan monoton tentu bukanlah sebuah sajian yang menarik penonton. Belum lagi ketika banyak gambar atau hiasan tidak relevan ditambahkan pada presentasi yang buruk tadi, maka makin lengkaplah penderitaan pemirsa presentasi tersebut. Jadikan penonton anda sebagai penikmat presentasi anda.

Temukan gaya presentasi terbaik anda dengan sering presentasi

Ada yang bilang bahwa presentasi yang baik harus pakai poin-poin (bulleted list), ada pula yang mengharamkannya. Ada yang menekankan pada kata-kata yang mudah diingat dalam tipografi yang indah, ada pula yang hanya menampilkan beberapa gambar dalam presentasi indahnya. Ada banyak tips dan trik dalam menyusun slide presentasi idaman, namun kadang saling bertentangan. Nantinya seiring waktu anda bisa memilih tampilan yang pas dengan gaya anda. Untuk masalah tampilan biarlah jadi yang kesekian, kita fokuskan dulu pada sisi story-telling dari sebuah presentasi. Ingatlah bahwa presentasi merupakan sebuah penampilan, layout dan komponen lainnya memang penting tetapi percayalah bahwa cerita lisan anda saat presentasi ialah komponen utamanya karena penampilan anda secara keseluruhanlah yang akan dinilai oleh penonton. Apa gunanya slide anda dinilai luar biasa tetapi secara keseluruhan penonton jengkel telah membuang waktu menonton anda tampil presentasi.

Persiapan membuat presentasi yang mengguncang dunia bukanlah dimulai dengan membuka software pembuat slide presentasi. Bukan pula browsing gambar ilustrasi atau merancang animasi. Persiapan wajibnya adalah riset. Riset mengenai apa yang akan anda presentasikan. Pastikan anda memiliki pasokan data, informasi, dan wawasan yang cukup mengenai apa yang akan anda presentasikan. Jika anda akan presentasi ilmiah, ada baiknya dokumentasikan semua sumber yang anda miliki sehingga mudah untuk menelusurinya kembali. Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan berbagai hal sebagai bahan cerita yang keren harus jauh lebih banyak dibandingkan waktu yang anda pakai untuk membuat slidenya. Waktu persiapan yang banyak juga harus dialokasikan untuk latihan hingga gladi resik presentasi. Intinya proses pembuatan slide presentasi jangan sampai menjadi porsi terbesar persiapan presentasi anda.

Bahan yang sudah terkumpul selanjutnya harus disarikan dalam kerangka sebuah (atau beberapa) cerita. Setiap orang suka mendengarkan cerita yang bagus, maka buatlah cerita yang bagus. Komponen dasar cerita yang bagus adalah alur yang seru, tokoh baik, tokoh jahat, dan ending yang jelas. Semua jenis presentasi bisa menggunakan pendekatan ini. Perlu banyak latihan untuk membiasakan konversi artikel atau makalah menjadi sebuah dongeng yang dapat mengubah karir atau hidup anda.

Mulailah dengan corat-coret di kertas atau papan tulis sebelum mulai membuka laptop atau komputer anda. Skema sederhana alur cerita, daftar hal-hal penting sebagai tokoh antagonis dan protagonis, serta take home message yang jelas dan mudah diingat sebagai akhir cerita merupakan hal-hal yang akan jauh lebih mudah dan cepat tertuang di media analog seperti kertas dan pulpen. Silahkan buka laptop dan smartphone jika memang diperlukan untuk mempersiapkan rincian cerita anda. Ketika cerita anda sudah lengkap maka cobalah melihatnya sekali lagi dari awal hingga akhir.

Buatlah cerita yang indah namun logis

Pastikan anda sudah puas dengan cerita yang anda susun. Aneh jika kita mengharap orang lain puas akan hal yang kita sendiri sebagai pembuatnya masih merasa tidak puas akan hal tersebut. Kini siapkan slide presentasi yang dapat membantu anda bercerita pada penonton. Tak perlu menuliskan lengkap naskah cerita anda, cukup sajikan beberapa kata kunci atau gambar terkait agar anda tak lupa komponen-komponen cerita yang sudah anda persiapkan. Ketika slide demi slide telah rampung, tontonlah slidenya secara kronologis dari awal. Jika ada yang janggal segeralah revisi slide presentasi anda karena anda sudah tahu gambaran besarnya.

Cerita indah yang tersusun dengan dilengkapi slide presentasi pemanja mata akan jadi sia-sia jika tidak diceritakan dengan baik. Kuncinya adalah latihan dan latihan. Dan tentu saja gladi bersih alias latihan akhir. Tiga kali latihan presentasi mungkin masih kurang bagi beberapa orang, silahkan tambahkan latihan secukupnya (mungkin artinya banyak kali lagi) hingga anda bisa tampil bercerita dengan baik tanpa penonton sungguhan. Ketika menghadapi penonton sungguhan jadikanlah itu sebagai latihan untuk presentasi anda yang lain. Tak ada yang bisa menggantikan latihan sebagai pelancar anda tampil di hadapan penonton.

Ketika tepuk tangan penonton mereda, anda sadar bahwa sudah waktunya turun dari panggung dan sorotan ratusan mata. Kembalilah ke tempat duduk anda dengan bangga karena telah memberikan tontonan yang berharga. Yakinlah bahwa investasi anda menyiapkan bahan presentasi, menyusun cerita, merangkai slide demi slide, hingga latihan demi latihan tak sia-sia. Semuanya terbayar lunas dengan kepuasan sesaat telah menjadi manusia berharga. Jangan terlena dengan kesuksesan yang telah anda raih. Yakinlah bahwa anda mampu menyajikan presentasi yang selalu mempesona dan berguna. Tenang saja, jadwal presentasi selanjutnya telah menanti anda.

Ditulis oleh Yoseph Samodra pada 11 Februari 2018 di Sleman.

About the author