Categories
Motivasi Beasiswa

Selesaikan Skripsi Agar Mudah Dapat Beasiswa

Setiap mahasiswa termasuk mahasiswa fakultas kedokteran wajib menulis karya ilmiah yang dikenal sebagai skripsi. Salah satu komponen yang seharusnya ada dalam Bab I alias Pendahuluan dalam karya tulis ilmiah adalah Keaslian Penelitian. Sub-bagian ini penting karena beberapa alasan:

  1. Menunjukkan bahwa kita menghargai penelitian-penelitian pendahulu yang mirip dengan yang sedang kita teliti.
  2. Menunjukkan hal yang berbeda atau baru di penelitian kita jika dibandingkan dengan penelitian serupa.
  3. Mempermudah pengerjaan bab-bab selanjutnya.

Poin 1 dan 2 mudah dipahami karena memang menunjukkan “keaslian” dari apa yang kita kerjakan. Tak ada yang benar-benar asli dalam setiap karya manusia, semuanya adalah tiruan dari yang sudah ada sebelumnya. Tugas kita sebagai peneliti atau penulis adalah mengakui jika ada hal-hal yang kita “pinjam” dari pihak lain. Sisi keaslian penelitian kita adalah ketika kita menawarkan sesuatu yang berbeda atau “baru” dalam penelitian kita. Keunggulan penelitian kita adalah ketika bisa memahami suatu hal dengan sudut pandang baru atau melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda, itulah yang mendekati “original” dalam suatu penelitian.

Baca juga: Persiapan Mendapatkan Beasiswa Australia

Poin 3 menjadi keuntungan bagi kita sebagai penulis. Jika kita memiliki banyak tulisan orang lain sebagai contoh tentu akan mudah bagi kita untuk memilah dan memilih hal-hal dari penelitian terdahulu untuk kita tiru. Bab Tinjauan Pustaka dan Metodologi Penelitian akan kita mulai tidak dari nol, karena sudah ada fondasi dari penelitian terdahulu. Poin-poin penting dari tinjauan pustaka sudah siap diambil dan kita tinggal mengembangkan dengan menambahkan tulisan-tulisan terbaru. Jika pada tulisan orang lain ditemukan hubungan yang tidak bermakna maka kita bisa mempertimbangkan untuk memperbaiki atau bahkan mengganti desain penelitian kita. Jika metode yang dipakai sudah teruji maka kita bisa menirunya atau malah tertantang untuk mengambil pendekatan metodologis yang berbeda terhadap permasalahan yang sama.

Ketika temuan kita sudah jelas dalam Bab Hasil maka kita perlu mendiskusikannya dalam Bab Pembahasan. Bagian ini juga dapat sangat terbantu dengan koleksi penelitian yang mirip dalam jumlah banyak. Kita tentu akan membahas sisi pro maupun kontra dengan menggunakan penelitian yang serupa. Jika kita sudah baca banyak penelitian yang mirip maka kita sudah ada modal untuk berdiskusi dengan menambahkan beberapa penelitian lain.

Jadi setidaknya carilah 5 penelitian yang mirip untuk dituliskan di sub-bagian Keaslian Penelitian. Sebaiknya dari jurnal, tetapi masih boleh juga menggunakan penelitian yang tidak diterbitkan, misalnya skripsi, tesis, atau disertasi. Lebih pastinya silahkan ditanyakan ke dosen pembimbing skripsi kalian.

judul skripsi beasiswa luar negeri

Kepada seluruh mahasiswa terutama mahasiswa fakultas kedokteran tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan karya tulis ilmiah sarjana (KTIS) alias skripsi, berikut ini beberapa tips yang menurut saya dapat membantu menyelesaikan skripsi kedokteran dengan cepat dan hemat biaya untuk kalian:

  • Jangan mengharapkan orang lain membantumu jika kamu tidak mau membantu dirimu sendiri. Dosenmu tidak kurang kerjaan untuk hanya mengurusimu dan skrispimu yang mungkin masih tak berwujud. Jangan harap dosen pembimbingmu aktif untuk menghubungi dan mengarahkanmu menyelesaikan proposal atau naskah akhir skripsi. Jangan mengharapkan teman sepenelitian payungmu selalu mendorongmu untuk segera menulis atau mengajakmu konsultasi bareng ke dosbing. Mungkin temanmu juga sedang butuh motivasi. Berjuanglah, jangan malas, jangan cengeng.
  • Banyaklah membaca. Terkait skripsi, utamakan baca jurnal atau karya ilmiah orang lain yang terkait dengan masing-masing kata yang ada di judul skripsimu. Jangan terjebak dengan merasa judul skripsi yang disetujui dosen adalah judul skripsi yang mudah dikerjakan, karena jika tidak cukup banyak membaca maka proses pengerjaannya akan menjadi sukar dan memakan waktu yang lama. Bacalah skripsi kakak tingkat yang dibimbing juga oleh dospem yang sama, meskipun topik skripsinya mungkin beda, agar dapat mengenali pola penulisan yang disukai oleh dosen pembimbing skripsimu.
  • Sesekali buatlah hardcopy. Beberapa dosen lebih nyaman melakukan bimbingan tanpa menggunakan kertas, hanya menggunakan email atau dokumen digital di laptop atau smartphone. Untuk cadangan, sesekali cetaklah proposal/skripsi anda, simpan di tempat yang kedap air. Jangan sampai tetesan air hujan dari atap kos-kosan yang bocor merusak laptop, naskah, dan masa depanmu.
  • Jika ada jurnal yang menarik, cetaklah dan bawalah saat menghadap dosen pembimbing. Bisa menjadi bahan diskusi atau memunculkan pemahaman baru tentang apa yang sedang kamu kerjakan. Minimal bisa memberi nilai tambah di hadapan dosen, setidaknya memberi kesan bahwa kamu bukan mahasiswa malas yang hoby copy paste tulisan dari jaman penjajahan. Jurnal yang baru tentu sangat baik dijadikan bagian dari pembahasan karena menunjukkan bahwa di luar sana ada juga yang masih meneliti hal yang sama dengan yang kamu teliti. Penelitianmu tampak segar, jauh dari kesan usang.
  • Jika sudah beberapa hari tapi progress penulisan skripsi sepertinya sangat lambat maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan mencetak seberapa pun progressnya dan menghadap ke dosen pembimbing. Meskipun hanya bertambah satu paragraf, setidaknya dengan diprint maka progressnya sudah berwujud nyata. Dosen pembimbing dapat memotivasi kamu, jangan takut menghadap meski progress baru sedikit, karena salah satu tugas dosbing adalah memotivasimu untuk segera menyelesaikan skripsi. Jangan nunggu 2 bulan tanpa progress baru berusaha menghubungi dosen pembimbing, Rentang waktu 3 hari – 1 minggu tanpa progress yang bermakna sudah harus menjadi pemicu mahasiswa skripsi untuk segera bertemu dosbing.
  • Apapun hasil penelitianmu, ingatlah bahwa pasti ada sesuatu yang bermanfaat darinya. Fokuskan pada hasil yang paling bermakna. Susunlah dalam kalimat sederhana. Itulah modal utamamu untuk menghadapi pendadaran atau sidang skripsi. Saat ujian penutup skripsi tersebut hal yang harus kamu pertahankan adalah hasil penelitianmu dan maknanya. Fokuskan pada apa yang kamu temukan/pelajari. Jangan malu atau stres ketika semua hasil statistikmu menunjukkan nilai p yang luar biasa besar. Kebermaknaan secara statistik bukanlah segalanya.
  • Jangan lupa senantiasa memohon doa restu orang tua. Perjuanganmu tentu disertai dengan pengorbanan orang tua. Jangan sampai menambah pengeluaran yang tidak perlu hanya karena kamu malas dan cengeng. Uang yang dikeluarkan untuk membayar perpanjangan pengerjaan skripsi mungkin bisa dipakai untuk membelikan sarapan sehat untuk puluhan anak yatim piatu selama seminggu. Berjuanglah! Bantulah dirimu sendiri!

Semoga bermanfaat.