Beasiswa Master

Pengalaman Beasiswa Chevening HSBC di UoB

pengalaman kuliah di birmingham

Inspirasi dari Hani Wardhani

Sudah lewat dari dua bulan saya menginjakkan kaki di bumi Britania Raya. Tempat dimana lahir revolusi industri yang mengubah sejarah dunia. Mimpi saya, saya ingin menuntut ilmu di luar negeri. Sejak kuliah, saya sangat sangat ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berada dan belajar di belahan dunia yang lain. Saya mendapat kesampatan untuk bersekolah di Britania Raya dengan beasiswa Chevening-HSBC.

Kerokan is a must

Berada ribuan kilometer dari kampung halaman tentunya menjadi hal yang sanagt menantang, mendebarkan sekaligus tidak mudah. Di sini, semua serba otomatis dan self-service. Kedekatan dengan orang-orang dari Indonesia menjadi sangat penting sebagai supporting system. Bukan berate kemudian tidak mingle dengan teman-teman dari negara lain, tapi ada beberapa hal yang hanya bisa dipahami oleh rekan dari Indonesia, contohnya adalah kerokan.

Awal kedatangan, saya masih disambut matahari meskipun angin sudah mulai kencang. Memasuki bulan Desember, matahari semakin jarang muncul, waktu siang juga menjadi sangat pendek. Menjaga kesehatan dengan makanan yang bernutrisi dan olahraga menjadi kunci penting untuk bisa bersahabat dengan iklim yang sangat jauh berbeda dengan negara tropis. Baca juga: Beasiswa Full ke Australia

Kuliah tentang sungai di Birmingham

Course yang saya ambil untuk S2 saat ini adalah River Enviornments and their Management atau disingkat REM. Dari namanya, sudah sangat terlihat kalau saya akan belajar segala hal mengenai sungai. Course saya bisa dibilang sangat tematik karena mengangkat sungai sebagai topik utama, kemudian dijabarkan berdasarkan cabang-cabang keilmuan terkait terkait manajemen sungai, mulai dari ekologi, geomorfologi dan hidrologi.

Di negara berkembang seperti Indonesia, manajemen sungai sebagai salah satu sumber daya air masih berkutat seputar optimalisasi pengaturan irigasi dan penanggulangan banjir melalui pembangunan sudetan atau normalisasi. Padahal kalau melihat fungsi asalnya, sungai di Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa memberi manfaat bagi masyarakat banyak, tidak hanya sekedar irigasi, tapi juga persediaan air minum, perikanan, pencegah banjir, sarana rekreasi, dan navigasi. Berkaca pada masa sebelum renaisans, peradaban maju selalu berada di tepian sungai, maka sungai semestinya menjadi aset penting untuk kehidupan makhluk hidup. Hal inilah yang kemudian mendasari saya untuk mempelajari lebih dalam terkait sungai.

tips beasiswa chevening 2020 aas fulbright

University of Birmingham (UoB) sendiri tahun 2016 dinobatkan oleh Sunday Times sebagai university of the year for graduate employment. Saat induction week kami pun sudah dikenalkan dengan berbagai macam perusahaan dan mitra dari UoB yang menawarkan kesempatan magang maupun kerja penuh waktu. Universitas juga memfasilitasi bimbingan karir sejak awal pertama masuk ke lingkungan awal kampus. Ada beberapa kelas mini dan diskusi tentang future career dan juga pelatihan-pelatihan untuk mengasah softskill dan bagaimana membuat CV kita stand out. Pihak kampus juga mengirimkan newsletter elektronik bulanan yang berisi kesempatan kerja, magang maupun volunteering sesuai dengan latar belakang pendidikan dan jurusan yang sedang kita ambil.

Course yang saya ambil tidak menyediakan modul pilihan, semua modul wajib diambil. Total terdapat 12 modul termasuk disertasi atau tugas akhir. Di semester pertama ini, total ada 6 modul yang harus saya selesaikan. Karena hanya ada lima hari kuliah selama seminggu maka praktis saya kuliah tiap hari. Setiap modul selalu mempunyai paling tidak satu coursework atau tugas yang bisa merupakan mini research ataupun literature dan critical review. Pilihan course sangat penting untuk kita bisa tetap enjoy dalam menjalani perkuliahan. Jangan sampai salah pilih course dan menyesal karena merasa bukan bidang yang diinginkan.

Berbicara spesifik terkait REM. Course ini bisa dibilang sangat practical. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di kelas dengan model konvensional dimana dosen akan mengajar selama 2 jam dan mahasiswanya akan terkantuk kantuk hehehe. Sebagai contoh, pada semester ini, saya mendapat modul river assessment and monitoring. Kami pun melakukan praktik secara langsung meng-assess sungai Bourn brook di Birmingham menggunakan metode yang digunakan oleh Environment Agency UK dan melakukan analisa terhadap hasil yang didapat. Analisa ini dituangkan dalam sebuah report project dan harus memuat analisa secara spesifik terhadap satu aspek terkait sungai tersebut, bisa dari sisi aspek habitat sungai (river habitat) ataupun kualitas air (water quality).

Pada kesempatan lain, kami juga mengunjungi CEH (Centre for Ecology and Hydrology) yang merupakan lembaga penyedia data untuk ekologi dan hidrologi di UK. Data inilah yang kemudian akan menjadi rujukan bagi environment agency dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan. Kami belajar mengenai berbagai macam tipe alat pengukuran hydrometeorology dan mekanisme pengumpulan serta validasi data.

Tempat lain yang kami kunjungi adalah BiFOR, dimana kami melakukan praktek pengukuran terhadap aspek hidrologi dan hidraulika sungai. BiFOR bertempat di lahan hibah yang diberikan kepada UoB yang kemudian diolah menjadi situs riset untuk pengukuran karbondioksida.

Hal menarik lain yang saya temukan tentang UK terkait dengan course saya adalah UK memiliki river restoration centre. Dari namanya saja sudah sangat jelas bahwa lembaga tersebut menangani restorasi sungai di UK. Restorasi sungai di UK sangat focus pada pengembalian fungsi sungai kepada kondisi aslinya tahap modifikasi.  Sangat menarik melihat bagaimana resiko banjir dapat dikurangi dengan cara mengembalikan sungai kepada kondisi asalnya.

Pulang ke Indonesia

Perencanaan kepulangan ke tanah air pasca studi memang menjadi PR tersendiri dan bisa jadi lebih memusingkan jika dibandingkan dengan perencanaan keberangkatan. Pada puncak waktu pengerjaan disertasi (Agustus-September), kita akan diribetkan dengan berbagai macam printilan kepulangan; tiket pesawat, oleh-oleh, pengiriman barang-barang selama di UK dengan cargo hingga perencanaan barang bawaan pesawat.

Tiket pesawat

Hal pertama yang wajib dipersiapkan adalah tiket pesawat. Untuk kasus saya, tiket pesawat disediakan oleh agen perjalanan yang bekerja sama dengan pihak pemberi beasiswa. Sehingga saya tidak perlu lagi khawatir mengenai biaya, namun kekurangannya kita tidak bisa memilih maskapai penerbangan yang sesuai dengan keinginan kita mengingat terdapat aturan batasan maksimum harga tiket yang ditanggung.

Jika kamu memiliki keleluasaan memilih tiket pesawat (tidak melalui agen), sangat disarankan untuk mencari jauh jauh hari (sekitar 2 bulan sebelum waktu kepulangan) untuk bisa mendapatkan harga yang murah.

Pilihan maskapai kepulangan saya kemarin adalah Singapore Airlines (London Heathrow-Changi, Changi-Surabaya). Pertimbangan pertama adalah karena reputasi kenyamanan dan kapasitas bagasi. SIA menyediakan tambahan kapasitas bagasi sebesar 5 kg untuk mahasiswa dengan menunjukkan surat resmi dari kampus yang menyatakan bahwa kita telah menyelesaikan studi. Sehingga total kapasitas bagasi yang saya dapatkan adalah 35 kg (itupun saya masih merasa sangat kurang).

Oleh-oleh

Tidak ada salahnya membawa oleh-oleh untuk kerabat ataupun teman dekat. Namun jika tidak direncanakan dengan baik, peruntukan oleh-oleh ini bisa memakan dana yang cukup besar. Website yang sangat direkomendasikan untuk membeli oleh-oleh ini adalah elgate.co.uk. Hanya saja, pembelian harus dalam partai besar dan made in china. Karena penjualannya dalam partai besar, harga per buah nya pun menjadi sangat murah (kurang dari 1£). Sangat disarankan untuk saling berkoordinasi dengan teman lain yang ingin membeli dari website tersebut, sehingga jumlah minimum pembelian mudah dipenuhi dan total pengeluaran oleh-oleh bisa ditekan.

Menurut saya pribadi, souvenir dari elgate ini agak kurang cocok jika ingin ditujukan pada atasan, klien ataupun significant others. Untuk kategori orang-orang tersebut mungkin sebaiknya dicari barang barang yang tidak bisa ditemukan di Indonesia, seperti teh whittard, puzzle big ben made in UK, ataupun souvenir dari website emmaball.co.uk.

Cargo

Tidak bisa dipungkiri bahwa tinggal setahun di UK akan bisa membuat barang bawaan kita beranak pinak, apalagi model seperti saya yang suka nggak sengaja ‘jajan buku’ di charity shop. Dengan tumpukan buku yang bejibun, sangat tidak mungkin untuk bisa membawa semuanya melalui bagasi pesawat, sehingga kita membutuhkan jasa cargo yang siap mengirimkan barang-barang kita ke Indonesia dengan harga yang masuk di kantong. Sea cargo menjadi alternatif yang ‘seharusnya’ bisa lebih memungkinkan untuk dijangkau ketimbang air cargo.

Jika punya anggaran lebih, sebaiknya gunakan jasa cargo yang telah diakui kualitas reputasinya secara internasional. Alternatif lain bisa juga coba mencari pesawat dengan kapasitas bagasi yang super, seprti teman saya yang menggunakan maskapai British Airways dan mendapatkan kapasitas 2×23 kg masing-masing untuk kabin dan bagasi. Alternatif lainnya adalah dengan tidak terlalu banyak belanja, yang akan sangat kecil kemungkinannya. Who can resist DK books for only 1 £ in charity shop??

Hal penting lain dalam pengurusan cargo ini adalah pastikan menyertakan surat laporan kepulangan dari KBRI. Ini mutlak perlu agar barang-barang kita tidak dikenai pajak masuk ke Indonesia.

pengalaman kuliah di birmingham

Rumah Sewa, Lungsuran dan Jualan 

Tidak seperti di Indonesia yang kontrak rumah sewa nya bisa dinego menjadi sewa per bulan. Di UK, kontrak rumah dihitung dalam jangka waktu setahun (52 minggu) semenjak rumah ditempati dan sangat ketat pengawasannya terhadap hal tersebut. Hanya ada sedikit property yang menerapkan kontrak rumah per bulan. Sehingga waktu kepulangan pun harus diatur agar jangan sampai kita tidak punya tempat tinggal di akhir masa studi. Apalgi jika kita masih punya rencana jalan-jalan setelah pengumpulan disertasi (September).

Salah satu trik yang bisa digunakan adalah, dengan mempromosikan rumah yang disewa saat itu ke rombongan grup orang Indonesia yang akan studi pada tahun akademik selanjutnya dan ‘nebeng’ selama beberapa hari sampai waktu kepulangan. Kalau saya sendiri sejak awal tinggal dengan PhD yang punya masa studi lebih lama, sehingga tidak khawatir kehilangan tempat tinggal di bulan-bulan akhir studi.

Catatan penting untuk rumah sewa adalah deposit. Umumnya, deposit yang diserahkan di awal pembayaran bulan pertama kontrak akan dikembalikan ketika masa kontrak habis dengan catatan rumah harus dalam keadaan bersih dan tanpa rusak. Kerusakan yang diakibatkan oleh kelalaian oenghuni akan mengakibatkan uang deposit kita terpotong. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kondisi rumah dari awal menghuni dan mulai membersihkan rumah secara bertahap sebelum dicek oleh landlord atau agen pada masa akhir kontrak.

Bagaimana dengan barang-barang yang tidak mungkin dibawa pulang? Misalnya peralatan masak, printer, setrika? Sebaiknya, barang-barang tersebut bisa dihibahkan ke mahasiswa yang akan datang pada tahun akademik berikutnya ataupun juga dijual melalui forum -forum di facebook marketplace maupun ebay.

Similar Posts