Hubungan Pola Makan Anak dengan Status Gizi Siswa TK Bopkri Gondokusuman Yogyakarta

Research record

Authors: Stefani Oktavia Sitompul; Yoseph Leonardo Samodra; Istianto Kuntjoro

Published: Indonesian Journal of Nursing Health Science · 2020

DOI: 10.47007/ijnhs.v5i2.3312

View paper

Continue to the publisher or source website

Latar Belakang: Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang belum sepenuhnya teratasi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang dapat dinilai melalui pola makan anak.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan status gizi pada anak usia taman kanak-kanak.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 40 siswa TK BOPKRI Gondokusuman, Yogyakarta, beserta orang tua mereka. Sampel penelitian melibatkan 30 siswa dan orang tua mereka. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U).

Hasil: Sebagian besar siswa memiliki keragaman konsumsi makanan yang baik (70%), frekuensi makan yang kurang baik (70%), dan status gizi yang kurang baik (56,7%). Sebagian besar siswa memiliki ibu dengan tingkat pendidikan tinggi (73,3%), memiliki berat badan lahir normal (93,3%), tidak memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau diare dalam satu bulan terakhir (86,7%), serta tinggal dalam keluarga dengan jumlah anggota empat orang atau lebih (60%). Berdasarkan uji Fisher’s exact, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara frekuensi makan dan status gizi (p = 0,38). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara keragaman jenis makanan dan status gizi (p = 0,69).

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan status gizi pada siswa TK BOPKRI Gondokusuman, Yogyakarta.


Background: Malnutrition among children remains a major health problem that has not been fully addressed. Malnutrition can be influenced by nutritional intake, which can be assessed through children’s dietary patterns.

Objective: This study aimed to determine the association between children’s dietary patterns and nutritional status.

Methods: This observational study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 40 students at BOPKRI Gondokusuman Preschool, Yogyakarta, and their parents. The study sample included 30 students and their parents. Data were collected using questionnaires, while nutritional status was assessed using body mass index-for-age (BMI-for-age).

Results: Most students had good dietary diversity (70%), inadequate meal frequency (70%), and poor nutritional status (56.7%). Most students had mothers with a high level of education (73.3%), had a normal birth weight (93.3%), had no history of upper respiratory tract infections or diarrhea in the preceding month (86.7%), and lived in households with four or more family members (60%). Based on Fisher’s exact test, there was no significant association between meal frequency and nutritional status (p = 0.38). Similarly, no significant association was found between dietary diversity and nutritional status (p = 0.69).

Conclusion: There was no significant association between children’s dietary patterns and nutritional status among students at BOPKRI Gondokusuman Preschool, Yogyakarta.