Populasi lanjut usia (lansia) terus mengalami peningkatan setiap tahun sehingga menimbulkan berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan, termasuk gangguan fungsi kognitif. Salah satu upaya yang berpotensi mencegah dan memperlambat penurunan fungsi kognitif adalah konsumsi minuman berkafein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi minuman berkafein dan fungsi kognitif pada lansia di GKJ Gondokusuman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Pola konsumsi minuman berkafein dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah dimodifikasi, sedangkan fungsi kognitif diukur menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) dan Clock Drawing Test (CDT). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampel total (total sampling) dengan melibatkan 54 lansia. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pola konsumsi minuman berkafein dan fungsi kognitif yang diukur menggunakan MMSE (p = 0,023; r = -0,309). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara pola konsumsi minuman berkafein dan fungsi kognitif yang diukur menggunakan CDT (p = 0,075; r = 0,244). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi minuman berkafein dan fungsi kognitif lansia berdasarkan hasil pengukuran MMSE, tetapi tidak berdasarkan hasil pengukuran CDT.
The elderly population continues to increase each year, giving rise to various social, economic, and health problems, including cognitive dysfunction. One potential approach to preventing and slowing cognitive decline is the consumption of caffeinated beverages. This study aimed to examine the relationship between caffeinated beverage consumption patterns and cognitive function among elderly individuals at GKJ Gondokusuman, Yogyakarta. This study employed an analytical observational method with a cross-sectional design. Caffeinated beverage consumption patterns were assessed using a modified Food Frequency Questionnaire (FFQ), while cognitive function was evaluated using the Mini-Mental State Examination (MMSE) and the Clock Drawing Test (CDT). A total sampling technique was used, involving 54 elderly participants. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test. The results showed a significant correlation between caffeinated beverage consumption patterns and cognitive function assessed using the MMSE (p = 0.023; r = -0.309). However, no significant correlation was found between caffeinated beverage consumption patterns and cognitive function assessed using the CDT (p = 0.075; r = 0.244). In conclusion, caffeinated beverage consumption patterns were significantly associated with cognitive function as measured by the MMSE, but not with cognitive function as measured by the CDT.